Yang Terakhir
Tanah itu memerlanah, manakala malam tiba, sehabis hujan yang sebening sokrasana, ratusan pelayat melangkah, berkecamuk antara hati dan air mata, memupus rindu akan namamu.
Riuh antara tahlil dan tahmid, mengantarmu yang terakhir kali.
Semoga takkan ada lagi air mata yang menjelma luka.
Semoga selalu ada doa yang tecipta. Menjelma dan tumbuh subur di setiap raga-raga yang ditinggalkannya.
Beristirahat lah dengan tenang ibu...
Pesan-pesanmu akan selalu nyaring di kepalaku, tulus kasih sayangmu akan selalu menjadi penghangat sepiku, dan sosok kuatmu akan coba ku tumbuhkan meski takkan pernah sekuat dirimu.
Allohhumaghfirlaha Warhamha Wa'afiha Wa'fuanha Aaamiin Yaa Robbalalamiin.
“Dan sejatinya yang terakhir takkah pernah berakhir atau bahkan baru saja dimulai ”
Garut 26 June 2020

Komentar
Posting Komentar